Pangil_aku_Andi

Don't Give Up in Life …

Element–Element Pada Bahasa Pemrograman


Element–Element Pada Bahasa Pemrograman

Lanjut

Element-element Bahasa Pemrograman

kita akan menjumpai element-element yang pada dasarnya serupa antara satu bahasa dengan bahasa yang lain. Hal itu dikarenakan element-element tersebut merupakan bagian dari tata bahasa pemrograman yang bersangkutan.

Berikut adalah element-element pada bahasa pemrograman:
1. Aturan Leksikal
2. Tipe data
3. Expression
4. Statement
5. Function dan Procedure

Kita akan membahas satu per satu element-element yang tersebut di atas. Aturan Leksikal. Yang dimaksud aturan leksikal yaitu aturan yang digunakan dalam membentuk suatu deklarasi, definisi, maupun statement hingga menjadi satu program yang utuh. Aturan ini meliputi beberapa element antara lain:
a. Token
b. Komentar
c. Identifier
d. Keywords (Reserved Words)
e. Operator

1.a. Token
Token yaitu element terkecil pada bahasa pemrograman yang memiliki arti penting bagi compiler. Yang termasuk token antara lain: identifier, keywords (reserved words), operator, dan sebagainya. Token yang satu dengan yang lain dipisahkan dengan satu atau lebih spasi, tab, baris baru, atau komentar.

1.b. Komentar
Komentar yaitu teks (kumpulan karakter) yang diabaikan oleh Compiler. Komentar sangat berguna untuk memberi catatan mengenai bagian program tertentu sebagai referensi baik bagi programmer itu sendiri maupun orang lain yang membaca kode program tersebut. Pada bahasa Pascal, teks yang berada di antara kurung kurawal pembuka {dan kurung kurawal tutup } akan dianggap sebagai komentar. Selain itu, dapat pula menggunakan tanda (* sebagai pembuka komentar, dan tanda *) sebagai penutup. Contoh:
 

 
1.c. Identifier
Identifier merupakan kumpulan karakter yang digunakan sebagai penanda untuk nama variable, nama tipe data, fungsi, prosedur, dan sebagainya. Aturan penulisan identifier pada bahasa Pascal dan bahasa C dapat dikatakan serupa. Yaitu: suatu identifier harus diawali oleh karakter non angka sebagai berikut:

1.d. Keywords (Reserved Words)
Keywords atau Reserved words merupakan kata-kata yang telah
ada/didefinisikan oleh bahasa pemrograman yang bersangkutan. Kata-kata tersebut telah memiliki definisi yang sudah tetap dan tidak dapat diubah.Karena telah memiliki definisi tertentu, maka kata-kata ini tidak dapat digunakan sebagai identifier.

1.e. Operator
Operator digunakan untuk menyatakan suatu perhitungan/operasi. Operator yang digunakan untuk operasi yang melibatkan satu operand disebut unary operator. Jika melibatkan dua operand maka disebut binary operator, dan jika melibatkan tiga operand, operator tersebut disebut ternary operator.
Di dalam suatu operasi dapat terdapat banyak operator. Urutan eksekusi dari operator-operator disebut juga operator precedence. Precedence yang lebih rendah akan dieksekusi belakangan, misalnya:
A = 10 + 5 * 2
Karena precedence operator * lebih tinggi daripada operator + maka nilai A adalah 20, diperoleh dari perkalian 5 dan 2, kemudian dijumlahkan dengan 10. Untuk mendahulukan eksekusi precedence yang lebih rendah dapat digunakan tanda ( dan ) sebagai contoh:
A = (10 + 5) * 2
Variable A akan memiliki nilai 30, diperoleh dari penjumlahan 10 dan 5, kemudian dikalikan 2. Operator dapat dikategorikan menjadi beberapa jenis antara lain:
1. Arithmetic Operator
2. Assignment Operator
3. Bitwise dan Logical Operator
4. Relational Operator
5.Pointer Operator

Berikut akan dibahas lima kelompok operator tersebut di atas. Sebagai catatan, masih terdapat operator-operator yang belum tercakup pada kelompok tersebut di atas. Yang dibahas di sini hanya bagian-bagian yang sangat umum.

1.e.1. Arithmetic Operator
Yang termasuk di dalam operator arithmetic yaitu operator yang digunakan untuk melakukan operasi aritmatika, seperti:

  1. penjumlahan: + (pada bahasa C, terdapat juga operator ++ sebagai prefix increment. Misalnya operasi: i++ atau ++i, akan melakukan increment nilai i sebesar 1)
  2. pengurangan: -(seperti penjumlahan, pada bahasa C, juga terdapat operator –sebagai prefix decrement)
  3. perkalian: *
  4. pembagian: / (pada bahasa Pascal, terdapat juga operator div yang digunakan untuk melakukan pembagian bilangan bulat)
  5. mencari sisa pembagian: Pada bahasa Pascal adalah operator mod, sedangkan pada bahasa C menggunakan tanda %
  6. Operator-operator yang disebut di atas termasuk binary operator karena melibatkan dua operand.
  7. Terdapat pula operator unary, yaitu tanda –dan + yang digunakan sebagai penanda bilangan negatif atau positif.

 

1.e.2. Assignment Operator
Operator ini digunakan untuk memberi nilai suatu identifier. Pada bahasa Pascal, digunakan tanda titik dua dan tanda sama dengan := untuk memberi nilai pada variable.
Contoh:
C := A + B; atau C := 4;
Pada bahasa C, terdapat beberapa assignment operator yaitu:
a. Tanda = memiliki fungsi yang sama dengan tanda := pada bahasa Pascal
b. Tanda += digunakan untuk melakukan assignment penjumlahan, misalnya terdapat dua operasi sebagai berikut:
C = 4; C += 3;
Setelah baris pertama dieksekusi, maka C bernilai 4. Setelah baris kedua dieksekusi C memiliki nilai 7.

  1. Tanda -= digunakan untuk melakukan assignment pengurangan. Cara penggunaannya sama
  2. seperti contoh penggunaan tanda += di atas.
  3. Tanda <<= merupakan left shift assignment, digunakan untuk menggeser bit ke kiri.
  4. Tanda >>= merupakan right shift assignment, digunakan untuk menggeser bit ke kanan.

1.e.3. Bitwise dan Logical Operator
Operator ini digunakan untuk melakukan operasi bit dan logika. Yang termasuk di dalam operator ini antara lain:

  • Negasi

bahasa Pascal : NOT contoh A := NOT B;
bahasa C : ! contoh A = !B;

  • And

bahasa Pascal : AND contoh A := A AND B;
bahasa C : && contoh A = A && B;

  • Or

bahasa Pascal : OR contoh A := B OR C;

bahasa C : || contoh A = B || C;

  • Shift Left

bahasa Pascal : shl contoh A := B shl C;

bahasa C : << contoh A = B << C;

  • Shift Right

bahasa Pascal : shr contoh A := B shr C;
bahasa C : >> contoh A = B >> C;

1.e.4. Relational Operator
Operator relasional digunakan untuk membandingkan nilai dua operand. Sebagai catatan, operand yang dibandingkan harus memiliki tipe data yang sama, kecuali untuk bilangan bulat (bertipe integer) dan bilangan pecahan (bertipe real atau float). Yang termasuk operator relasional yaitu:

– Penanda kesamaan = (Pada bahasa C, penanda kesamaan menggunakan dua tanda sama dengan, yaitu == )
– Penanda lebih besar >
– Penanda lebih besar atau sama dengan >=
– Penanda lebih kecil <
– Penanda lebih kecil atau sama dengan <=
– Penanda ketidaksamaan. Pada bahasa Pascal menggunakan tanda
– sedangkan pada bahasa C menggunakan tanda !=

1.e.5. Pointer Operator
Operator pointer digunakan untuk melakukan operasi pada operand yang berupa pointer. Pada bahasa Pascal, digunakan tanda ^ sebagai deference pointer. Sedangkan pada bahasa C, deference pointer menggunakan tanda asterisks *.

2. a. Tipe Data Sederhana
Tipe data digunakan untuk menentukan jenis nilai yang dapat ditampung oleh suatu variable. Pada suatu bahasa pemrograman umumnya telah menyediakan tipe-tipe data yang sederhana (simple) maupun yang terstruktur Dan apabila kita membutuhkan tipe data yang belum tersedia, kita dapat mendefinisikan sendiri tipe data baru, yang disebut enumerated type. Berikut adalah tipe data sederhana (simple) yang terdapat pada bahasa Pascal dan bahasa C standar.
 

2. b. Tipe Data Tersturktur
Tipe data terstruktur yaitu tipe data yang dapat menampung lebih dari satu nilai, sbb:

1. Array
Yang dimaksud array yaitu tipe data berindeks yang terdiri dari satu atau lebih elemen/komponen yang memiliki tipe data yang sama. Berikut adalah contoh penggunaan array:

2. Record (Pascal) atau struct (Bahasa C)
Tipe data ini digunakan untuk merepresentasikan kumpulan (set) elemen/komponen yang memiliki satu jenis atau lebih tipe data. Tiap element disebut juga field atau property atau attribute. Berikut adalah contoh penggunaan record dan struct:
 

3. Expression
Yang dimaksud dengan expression (ekspresi) yaitu suatu pernyataan yang menghasilkan suatu nilai. Expression tersusun dari operator dan operand yang digunakan untuk menghitung atau memberi suatu nilai suatu variable atau identifier.

4. Statement
Seperti yang telah disinggung di atas, statement merupakan bagian program yang berisi perintah yang akan dieksekusi/dijalankan. Karena itu, statement-statement ini menentukan bagaimana jalannya program dan bagaimana suatu nilai variable dimanipulasi/berubah.
Statement dapat dikelompokan menjadi antara lain:
1. Simple Statement
2. Compound Statement
3. Selection Statement
4. Iteration Statement
 
4.1. Simple Statement
Yang digolongkan ke dalam simple statement (statement sederhana) yaitu statement yang tidak berisi statement lainnya, sbb:
 

 
4.1. Simple Statement
 

 
4.2. Compound Statement
Compound statement (kumpulan statement) adalah sekumpulan statement yang terdiri dari statement-statement lain, termasuk juga iteration dan selection statement yang akan dibahas setelah ini. Pada bahasa Pascal, kumpulan statement diawali oleh keywords begin dan ditutup oleh keywords end, sedangkan pada bahasa C, kumpulan statement akan diawali dan diakhiri oleh tanda kurung kurawal { dan }. Berikut adalah contoh compound statement:
 

 
4.3. Selection Statement
melakukan pemeriksaan nilai/kondisi, yang kemudian akan memilih statement mana yang akan dieksekusi. Statement ini terdiri dari 2 jenis yaitu: if..then..else statement dan case/switch statementl.
 
Berikut adalah cara penulisan selection statement pada bahasa Pascal dan bahasa C:
 

 
4.4. Iteration Statement
Iteration statement digunakan untuk melakukan perulangan sekumpulan statement (compound statement). Iteration statement pada bahasa Pascal dan C adalah sebagai berikut:

5. Function dan Procedure
Procedure dan Function disebut juga subroutine, merupakan blok statement yang dapat dipanggil dari lokasi yang berbeda di dalam program. Yang membedakan antara function dan procedure yaitu: suatu function jika dijalankan/dipanggil akan mengembalikan suatu nilai.

Pada Bahasa C, semua subroutine adalah function. Apabila kita ingin membuat subroutine yang tidak mengembalikan nilai, kita dapat memberi nilai kembalian berupa void.

Ketika procedure atau function dipanggil, kita dapat melewatkan suatu nilai ke dalam function atau procedure tersebut. Nilai yang dilewatkan disebut juga argument atau parameter. Ada dua cara melewatkan nilai, yaitu:

1. Passing by Value (Dilewatkan secara nilai)
2. Jika di dalam procedure atau function dilakukan perubahan nilai parameter yang dilewatkan secara nilai, maka nilai parameter yang sebenarnya tidak ikut berubah, hal ini dikarenakan parameter yang dilewatkan secara nilai akan dicopy sebagai nilai local di procedure/function yang bersangkutan. Contoh pada bahasa Pascal (kiri) dan C (kanan):
 

 
3. Passing by Reference
Jika di dalam procedure atau function dilakukan perubahan nilai parameter yang dilewatkan secara reference, maka nilai parameter yang sebenarnya juga akan berubah. Contoh:

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: